DSC05141

Goa Leang-Leang, saksi kehidupan pra-sejarah

Selepas dari Karst Maros, sengaja kami ambil rute memutar ke arah air terjun Bantimurung demi melewati dan mengunjungi goa Leang-Leang yang merupakan situs purbakala. Di goa ini terdapat jejak peninggalan pra-sejarah seperti lukisan dan cap tangan manusia purba.

Karena penasaran meluncurlah kesana, walaupun agak letih gara-gara terlalu bersemangat di Karst Maros. Tancep gaaaas…..

Sampai didepan lokasi, terkesan suram dan kurang terawat, yah namanya juga situs purbakala, macem museum juga, jarang-jarang ada wisatawan terlebih anak muda yang bertandang kesana, kecuali yang doyan liat-liat fosil atau memang dia adalah fosil hidup…

*Sambil ngaca, jangan-jangan gw termasuk kategori kedua*

Bayar parkir mobil dan tiket masuk, lupa detailnya berapa tapi yang jelas ga lebih dari 20 ribu rupiah. Sambil ngobrol-ngobrol dengan pengawas yang ternyata dikelola oleh pemerintah daerah (Pantes ga terawat Blue Guy Peace). Dari obrolan diketahui bahwa situs ini memang tidak terlalu ramai dikunjungi, yang berkunjung paling cuma pasangan pemuda yang pacaran buat duduk-duduk dibebatuan dibawah pohon yang rindang, dan memang terlihat dari kejauhan seperti demikian adanya.

*So sweeeet… Sambil ngenes soalnya gw pelaku LDR Hammer (S)*

Skip…Skip… ditawarkan untuk mengunjungi ke tempat cap tangan dan lukisan manusia purba itu tapi dengan didampingi pengelola karena situ tersebut dikunci agar terjaga kelestariannya dari tangan usil dan perilaku vandalisme para alay :D.  Akhirnya kami bertiga dan pengawas tadi menuju ke TKP yang tempatnya agak jauh terpencil kebelakang area. Sambil jalan jepret-jepret pemandangan yang ga jauh beda dengan taman batu.

Sesampainya di TKP, kami menaiki tangga setinggi 10-15 meter yang cukup curam, kusam dan berkarat. Maklum, tangga ini buatan tahun 1970-an saat situs ini diresmikan. Diujung tangga tersebut terdapat pagar yang digembok dan dililit kawat berduri supaya ga ada yang seenaknya lompatin. Sesampainya diatas, terdapat gua yang dangkal, dan diataasnya ada coretan atau lukisan pra-sejarah yang berbentuk sejenis babi rusa dan telapak tangan manusia purba. Dari penjelasan guide kami, diperkirakan lukisan ini dibuat pada tahun 5000SM (Seinget gw, abis ga ada tanggal dibuat dan expirednya), terdapat 1 lukisan babi rusa dan 17 cap tangan (klo ga salah, ga ngitung sih). Hawa didalam gua tersebut sejuk, rindang dan nyaman, asli deh bikin betah istirahat lama-lama disana. Sambil jepret-jepret tentunya.

*Tuh khan naluri asli manusia purbanya keluar Malu*

Sambil duduk dan istirahat, gw dengerin obrolan si Asri dan Ardi dengan guide kami tentang sejarah situs ini. Pikiran gw pun melayang, berimajinasi tentang masa pra sejarah…..

5000SM, ribuan tahun yang lalu ada sekelompok manusia purba yang hidup disini. Mereka mencari makan dengan bercocok tanam dan berburu dengan peralatan seadanya. Malamnya mereka bercengkrama dengan bahagia mengelilingi api unggun di dalam gua sambil menikmati hasil buruan hari itu.

“Life Was Much Easier When APPLE And BLACKBERRY Were Just Fruits”

Mengenai lukisan dan cap-tangan itu, iseng banget sih orang purba jaman dulu itu. Bersusah-susah manjat dinding batu, coret-coret dinding lalu beramai-ramai menorehkan cap tangan di dinding. “Cat” yang mereka gunakan pun berbahan dasar daun sirih dicampur dengan tanah liat yang dikunyah hingga halus… Iseng banget khan?? Gw pun mengambil kesimpulan :

  1. Coretan itu adalah semacam briefing, apa yang akan diburu selama menetap disini bersamaan dengan cara berburu yang efektif dan efisien (manusia purba khan hidup no-maden alias pindah-pindah)  dan cap tangan itu adalah tanda setuju dan mengerti dari anggota kelompok pemburu yang lain…. Just like SWAT movies…
  2. Coretan itu adalah lukisan dari anggota kelompok yang memiliki kemampuan seni lukis yang luar biasa (jujur gw malu, gambar buatan gw kalah bagus dibandingin dengan buatan manusia purba yg berusia 5000SM Frown). Dan para anggota yang melihat meng-“like” lukisan itu dengan cara memberikan cap tangan di sekeliling lukisan… Well just like facebook when we “like” someone’s picture… Noh brother Mark Zuckerberg, facebook udah ditemuin ribuan tahun yg lalu, mungkin bisa disebut Stonebook… Nohope
  3. Coretan itu adalah perilaku Vandalisme manusia purba. Gw bayangin ada sekelompok manusia purba dengan rambut kayak Andhika “Kangen Band” ada beberapa yang disemir warna mencolok, mereka memakai pakaian dengan warna norak dan ga matching trus nongkrong sambil ngerokok dan mabuk-mabukan di gua lalu iseng-iseng ga jelas mereka coret-coret dinding gua fuck3… Ini cikal bakal perilaku alay dan vandalisme yang merusak keindahan alam…

Dan asal-muasal terciptanya masih tetap misterius sampai saat tulisan ini diketik, entah yang mana yang benar…

*Kayaknya memang ga ada yg bener, persis kayak yg nulis Ngacir*

Akhirnya kami turun, kembali ke parkiran sambil kasih tips ke guide kami tadi dan mengucapkan terima kasih. Perjalanan pulang pun dilanjutkan kira-kira jam 17.00 Wita. Fisik lemas tapi hati puas…  Silahken dinikmati foto-fotonya…

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s